Tampilkan postingan dengan label catatan petualangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan petualangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

MENERJANG BATAS ADRENALIN DI TEBING PETRUK


Rabu, 22 Desember
Persiapan dimulai pukul 15.00 kami mempersiapkan alat dengan teliti, kami berangkat pukul 19.00 dengan 6 kendaraan Menuju Tebing Petruk Kab. Kebumen dan 3 teman kami menyusul yaitu Sdr Sigit, Sdri Diah, dan Sdri Ulum karena ada urusan akademik yang tidak bisa ditinggalkan. Pukul 19.15 kami mengisi bensin dan kendaraanya teman kami Fredi bocor, maka kami pun menunggu terlebih dahulu dan melanjutkan perjalanan dengan tertib karena selain menjaga kekompakan kami pun tidak tahu tempat basecamp petruk itu sendiri ada dimana,??? pukul 21.12 kami sampai di basecamp, karena makan malam (nasi bungkus) belum sempat terbeli kami pun akhirnya memutuskan untuk memasak jatah makan Hari ke-3 siang untuk makan malam ini. Kami makan malam pukul 22.30 dan menunggu 3 orang teman kami yang akan menyusul.

Kamis, 23 Desember 2010
Pukul 02.00 kami memulai evaluasi dan koordinasi Tim, karena kami menunggu teman kami maka evaluasi dan koordinasi pun dimulai dini hari, Pukul 04.00  udara dingin yang menghembus dikeheningan pagi telah membangunkan kami untuk memulai aktifitas camp,setalah aktifitas camp kami pun segera menyiapkan  peralatan untuk operasional hari ini, kami berangkat pukul 05.50.  kami berangkat dengan penuh semangat sebelumnya kami sempatkan untuk berfoto di depan pintu masuk wisata Goa Petruk kami tiba di dasar tebing pukul 06.15 dan langsung menyiapkan operasional pemanjatan Tebing, untuk leader yang pertama yaitu Sdri Anti dengan memasang 5 pengaman mencapai 10 Meter, pemanjatan digantikan oleh Sdri Ulum dan mencapai ketinggian sekitar 9 Meter, karena kurangnya latihan fisik akhirnya kami kelelahan dan belum mencapai target, yaitu Pitch 1.
Cuaca yang begitu panas membuat kami terasa begitu capek dan lapar, akhirnya pukul 11.00 Wib.  kami memutuskan untuk istirahat dan makan Siang, setelah itu melanjutkan tugas operasional pukul 12.00.

Pemanjatan dilakukan oleh Sdr fikri namun baru mulai pemanjatan di pengaman 1, Sdr Fikri merasa tangan kiri nya sakit dan pemanjatan pun dilakukan oleh Sdri Diah saat di pengaman kedua, sedikit mengalami hambatan yaitu takut dengan ketinggian, pamanjatan pun digantikan oleh Sdr Fikri lagi dan hanya mencapai di pengaman ketiga saat di pengaman kedua Sdr Fikri menjatuhkan carabiner setelah selesai pemanjatan pun seperti biasa  5 porsi bagi yang menjatuhkan aat pengaman tebing, kemudian pemanjatan digantikan oleh Sdr Fredi pukul 14.19.  mencapai pitch 1 tetapi Sdr Fredi juga menjatuhkan chalk bag (tenpat magnesium.) karena lelah juga, pemanjatan digantikan oleh Sdr Sigit dan mencapai top pitch (puncak tebing) pukul 16.00. kemudian kami pun segera bergegas untuk segera beristirahat, pukul 16.30. Mas Agus dan Kang Roni, ALB kami datang untuk menjenguk dan membawakan kami ikan. Pukul 22.00 kami melakukan evaluasi dan koordinasi dan selesai pukul 23.30.



Jumat, 24 Desember 2010
Pagi hari yang indah membangkitkan jiwa kami untuk segera menyelesaikan tugas operasional dihari jumat ini  pukul 04.30 kami bangun dan segera melakukan aktifitas camp selanjutnya operasional dilanjutkan pukul 06.00 kami berenam segera menyusul di dasar tebing karena 3 orang di tinggal untuk tidur di dasar tebing untuk menjaga peralatan.
Pukul 06.15 kami sampai di dasar tebing untuk segera melakukan pemanjatan dan cleaning alat, Sdr Alip memulai operasional hari ini dengan teknik jumar pukul 07.30 mencapai top, kemudian pemanjatan dilakukan oleh Anti dengan runer dengan mancapai ketinggian 20 m pada pukul 09.00, karena saat operasional hujan maka dilanjutkan dengan cleaning alat dengan penuh pertimbangan, cleaning dilakukan oleh Agres dan selesai pukul 10.20 dan kami pun bergegas untuk saving alat pukul 11.30 kami kembali ke basecamp untuk makan  dan anggota lainya melakukan shalat jumat di masjid sekitar basecamp, pukul 13.15 kmai melakukan perjalanan untuk pulang ke sekretariat UPL MPA UNSOED dan sampai pukul 15.50.
Naskah oleh :
Fajar Tri Purnama
Banjar negara, Jawa Tengah

Merapi Puncak Pertamaku


Gunung Merapi adalah Gunung teraktif di dunia. Erupsi terakhir terjadi pada 2010 lalu yang menimbulkan banyak korban jiwa salah satunya juru kunci merapi yaitu Mbah Marijan. Pendakian di Gn. Merapi adalah pendakian pertamaku. Logistik dan perlengkapan untuk pendakian sudah kami persiapkan. Aku berangkat tanggal 21 Oktober 2011 bersama 6 orang kawan saya yaitu Adit, Agung, Agustin, Dana, Ogie dan Zaki. Kami berangkat bersama-sama dari Jogja menuju kecamatan Selo dimana basecamp barameru terletak disana. Dari basecamp, kami berjalan menuju New Selo. Tampak jelas Gn. Merbabu saat itu. Cuaca sangat cerah sangat mendukung pendakian waktu itu. Singkat cerita, kami memulai pendakian tepat pukul 18.00 WIB setelah sebelumnya kita berdoa agar diberikan kelancaran dan keselamatan saat melakukan pendakian. 





Dua jam perjalanan, jalur masih nampak mudah. Jalur yang berupa tanah yang lumayan keras tetapi lembab sangat membantu kami. Sesekali kami berhenti untuk sekedar beristirahat dan menikmati lekuk indahnya Gn. Merbabu yang nampak jelas. Setelah dua jam perjalanan itu, jalur mulai cukup berat. Jalur yang berdebu sangat mengganggu pernafasan. Jalur yang ngetrek dan berbatu menambah sulitnya medan. Akhirnya setelah 4 jam perjalanan, kami berhenti dan mendirikan tenda disekitar batu besar.  2 tenda kami dirikan. Setelah tenda selesai berdiri, kami lantas membuat kopi dan makan malam sambil bercanda satu sama lain. Sekitar pukul 23.15 WIB akhirnya kami beristirahat di tenda. 

Pukul 03.00 WIB, aku bangun dan kemudian membangunkan semua kawan- kawan  agar bersiap melanjutkan pendakian ke puncak. Sebelumnya melanjutkan pendakian, kita terlebih dulu membuat sarapan. Setelah sarapan, kita kemudian packing. Pukul 04.00 WIB matahari sudak mulai nampak dari ufuk timur. Kami lantas mempercepat packing. Setelah packing selesai, kami sejenak menikmati pemandangan  Sunrise yang kala itu sejenak membuai kami. Setelah menikmati sunrise, kami akhirnya melanjutkan perjalanan menuju pasar bubrah. Satu jam perjalanan kemudian kami sampai di pasar bubrah. Nampak beberapa pendaki yang sudah berada disana. Pukul 06.00 WIB kami sampai di Pasar Bubrah. Pasar Bubrah merupakan pos terkhir sebelum kita menuju puncak. Banyak batu besar disekitar Pasar Bubrah. Kami mendirikan tenda lagi disini dan beristirahat sejenak. 

Pukul 06.35 WIB kami berenam melanjutkan misi pendakian ke puncak.  Ogie tidak ikut ke puncak. Dia berjaga di tenda sambil mencari kayu bakar. Perjalanan dari Pasar Bubrah sampai ke Puncak sangat menguras tenaga. Medan yang berpasir sangat menyulitkan kami. Tidak jarang kami terperosok dan terperosok lagi. Dengan perjuangan keras akhirnya kami berenam tiba di puncak tepat pukul 08.00 WIB. Sampai di puncak, kita langsung saja mencari sudut untuk berfoto ria. Bau belerang sering kali menusuk hidung kami saat berada di puncak. Setelah puas berfoto dan menikmati puncak akhirnya kami turun dan kembali bergabung bersama Ogie untuk makan siang sekaligus untuk turun kembali ke basecamp. SALAM LESTARI

Naskah Oleh :

Dela Alfian
Minomartani Ngaglik Sleman

Minggu, 08 April 2012

Tebing Komando Awal Sebuah Pendakian


Waktu Menunjukan Pukul 16.00 dan terlihat anggota tim RC sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk Simulasi yang akan mereka lakukan,setelah terlambat beberapa waktu, akhirnya dibukalah acara secara simbolis dengan pelapasan yang di ikuti oleh beberapa anggota. Namun ketika tim sudah siap untuk berangkat seketika hujan turun dan pemberangkatan pun tertunda beberapa saat, kemudian ketika hujan sedikit mereda kamipun langsung berangkat menuju base campTebing komando di Desa Darmakradenan –Ajibarang.





Perjalanan cukup lancar dan sesampainya di base camp, kami langsung berramah tamah sejenak dengan keluarga Bapak Sangat. Kemudian tim langsung melakukan aktifitas camp sambil di selingi tawa canda sambil mempersiapkan untuk evekord, setelah makan malam dan beres-beres maka evakord pun dimulai, untuk mengevaluasi tim secara keseluruhan dan untuk membagi tugas untuk operasional esok harinya. Setelah kurang lebih 2 jam akhirnya evakord pun di akhiri dan dilanjutkan packing alat dan istirahat.   

Minggu, 21Nopember 2010


Pagi yang begitu sejuk membuat kami terbangun, namun karena terlalu lalap kami bangun pukul 04.08,terlambat 8 menit dari hasil evakord semalam. Dengan sigap Fredi dan Fikri langsung mengeluarkan alat masak karena pagi ini mereka yang di jadwalkan masak pagi, anggota tim yang lain pun terbangun dan langsung beres-beres alat tidur yang mereka gunakan semalam, beberapa waktu kemudian setelah makan pagi siap kamipun langsung makan pagi bersama, berlauk tumis kangkung dan telur dadar yang terasa sangat nikmat di santap pagi-pagi. Setelah makan pagi selesai tim langsung bergegas bersiap untuk berjalan menuju dasar Tebing tak lupa kami melakukan pemanasan sejenak untuk meregangkan otot agar tidak kram.

Perjalanan ke dasar Tebingpun di mulai,di awali dengan medan persawahan, kami berjalan berbaris sambil membawa peralatan yang cukup berat dan banyak. Di tengah perjalanan, tiba-tiba muka raut muka pendamping tampak bingung. Ternyata dia lupa jalur menuju ke dasar tebing. Kita pun berputar-putar mencari jalur dan akhirnya kita menemukannya. Tim pun bergagas membagi tugas, ada yang langsung ke dasar Tebing untuk mempersiapkan peralatan panjat dan sebagian ke Gua untuk membereskan peralatan camp dan logistik.

Setelah semua siap, maka Andres yang merupakan Leader pertama langsung melakukan pemanjatan, namun karena terjadi trouble maka Andres pun turun dan di gantikan Alip meski baru bisa memasang 4 pengaman, Alip pun mulai naik dan menambah ketinggian dengan memasang 6 pengaman, akhirnya pukul 15.30 Alip sampai di pitch 1 dengan ketinggian kurang lebih 25 meter. Kemudian Alip pun langsung membuat anchor untuk memasang fixed rope, dan naiklah Fredi sebagai cleaner menyusul Alip di pitch 1, setelah semua pengaman berhasil di cleaning merekapun cepat-cepat turun ke dasar tebing menggunakan autostop karena hari sudah semakin gelap. 
Hari sudah semakin gelap dan setelah semua anggota tim sampai di dalam Gua, acara di lanjutkan dengan makan malam dan evakord, setelah selesai evakord anggota tim pun langsung mencari tempat untuk tidurnya masing-masing, meski di dalam Gua yang sempit dan gelap namun karena capeknya kondisi fisik, anggota tim pun langsung tertidur pulas. Di tengah malam hari ketika sebagian anggota tim sudah tertidur, tiba-tiba datang Setiyawan dan Adi yang datang jauh-jauh dari Purwokerto untuk menjenguk, Raut gembira seketika terpancar dari anggota tim yang senang karena di jenguk dan merasa di perhatikan oleh kakak-kakak dari angkatan Wisnu Andalas itu, kamipun mengobrol sampai cukup larut dan pada dini hari mereka langsung pulang dan kami pun melanjutkan tidur.

Senin,22 November 2010

Matahari sudah mulai menunjukan sinarnya dan anggota tim pun mulai pada terbangun. Alip dan Anti langsung bergegas memasak sarapan pagi dan anggota tim yang lain mulai beres-beres di dalam Gua, setelah makan pagi matang kami pun langsung makan pagi bersama-sama. Santai sejenak lalu Fredi,Sigit,Alfian dan Ridho langsung berjalan manuju dasar Tebing untuk melanjutkan operasional pemanjatan, Setelah semua siap dan berdoa Fredi pun langsung naik menuju pitch 1 dengan menggunakan teknik Jumaring, sesampainya di pitch 1 kemudian di susul Alfian dan Sigit. 

 

Setelah semua siap Sigit pun yang merupakan Leader langsung naik untuk menambah ketinggian, baru memasang 3 pengaman namun di karenakan salah membaca jalur maka Sigit pun kembali turun dan membuka jalur sebelah kiri yang relatih lebih mudah, 5 pengaman berhasil di pasang Sigit namun ketika hendak memasang pengaman ke 6, Sigit terjatuh di karenakan kondisi fisik yang mulai terkuras dan karena dahinya di gigit lebah yang membuat dahi kirinya bengkak. Dia pun turun padahal kurang 10 meter lagi dia sampai di puncak Komando.
    
Alfianpun bersiap untuk menggantikan Sigit menjadi Leader, setelah memasang 3 pengaman akhirnya Alfian sampai di puncak Komando pukul 12.15. Raut bahagia pun terpancar dari anggota tim melihat Alfian sampai di puncak, tanpa menunggu lama setelah fixed rope terpasang Sigit pun langsung naik untuk cleaning alat di susul Fredi sebagai orang ke 3. Setelah semua sampai di puncak,kami pun langsung packing dan segera turu karena takut kemalaman di jalan dan di tengah jalan Andres dan Anti ternyata menjemput kami bertiga, sambil bercanda di jalan kami bersama-sama berjalan menuju basecamp untuk packing dan langsung pamit pulang kepada pak Sangat karena takut kemalaman di jalan dan kami pun langsung pulang menuju sekretariat tercinta.

Perjalanan pulang kami tempuh dengan santai di karenakan kondisi jalan yang mulai gelap dan kondisi fisik tim yang mulai kepayahan, Alhamdulilah kami tiba di sekre dengan selamat dan langsung di akhiri dengan penutupan. Mungkin ini sebagian cerita yang semoga bisa mendeskripsikan perjalanan kami di Tebing Komando. 
      
Naskah Oleh :

fajar tri purnama
merden rt 02 rw 04 purwanegara, banjarnegara jawa tengah